10 Kiat Agar Suami Semakin Cinta

Oleh : Zulia Ilmawati

Pelaku utama dalam kehidupan rumah tangga adalah suami dan isteri. Keduanya laksana dua sahabat dan anggota tim yang harus kompak dalam membina biduk rumah tangga. Agar tim ini bisa solid, antara suami dan isteri harus bisa melakukan fungsi dan perannya masing-masing sesuai dengan tugas dan kewajibannya. Dan satu hal yang juga penting adalah bagaimana cinta antara keduanyai bisa terus tumbuh dengan subur. Cinta akan membuat kehidupan keduanya menjadi lebih indah. Kita bisa bayangkan bagaimana keringnya suasana rumah tangga bila cinta itu memudar atau bahkan hilang. Cinta harus ditumbuhkan diantara keduanya, agar terwujud keluarga yang sakinah mawadah wa rahmah. Lalu bagaimana Islam berbicara tentang cinta dalam kehidupan suami isteri, dan bagaimana menumbuhkannya khususnya buat isteri agar suami semakin sayang? Tulisan berikut akan mencoba mengulasnya, agar cinta suami terus bersemi.

Cinta Adalah Fitrah

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Pada diri manusia terdapat dua potensi (dorongan) hidup yang senantiasa mendorong untuk melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Pertama, disebut kebutuhan jasmani (hajatul ‘udhowiyah) seperti makan, minum, dan membuang hajat. Kebutuhan ini menuntut adanya pemenuhan yang bersifat pasti. Kalau tidak, seseorang akan mati. Kedua, adalah naluri (gharizah) yang menuntut adanya pemenuhan saja. Jika tidak dipenuhi, manusia tidak akan mati, hanya akan merasa gelisah, hingga terpenuhinya kebutuhan tersebut. Salah satu dari naluri tersebut adalah gharizatunnau’ (naluri mempertahankan jenis) yang salah satu perwujudannya adalah munculnya rasa cinta antara suami isteri.

Dari segi munculnya dorongan (tuntutan pemuasan), kebutuhan jasmani bersifat internal, misalnya orang ingin makan karena lapar. Sedangkan naluri baru akan muncul kalau ada rangsangan dari luar. Dengan begitu, cinta memang harus ditumbuhkan antar pasangan agar kehidupan rumah tangga berjalan dengan harmonis.

Sebagai sebuah ibadah, pernikahan memiliki sejumlah tujuan mulia. Salah satunya adalah untuk mewujudkan mawaddah dan rahmah, yakni terjalinnya cinta kasih dan tergapainya ketentraman hati antara suami isteri dan seluruh anggota keluarga.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantara mu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” ( QS. Arrum:21)

10 Kiat Agar Suami Semakin Cinta

1. Taat

Isteri yang shalihah senantiasa mematuhi suaminya, kecuali dalam maksiyat kepada Allah. Suami dengan segala kelebihannya telah dijadikan Allah sebagai pemimpin bagi wanita. Keluarga ibarat sebuah kapal, maka mestilah ada yang menahkodainya. Itulah suami yang akan membawanya kemana kapal berlabuh.

“Seandainya aku perintahkan seseorang (hamba) bersujud kepada seseorang (hamba) yang lain, maka (yang paling dulu) aku perintahkan adalah wanita (para isteri) bersujud pada para suaminya”. (HR. Tirmidzi).

“Seorang isteri yang menunaikan shalat lima waktu, memelihara kehormatannya, dan patuh pada suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki”. (HR. Bukhari Muslim).

2. Pandai menjaga amanatnya sebagai ibu (ummun)

Tugas utama seorang ibu adalah merawat, membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Tugas ini tidak boleh diabakan. Merawat anak baik dari sisi fisik maupun psikologisnya. Agar suami senang, maka anak harus selalu terawat kebersihannya juga kondisi psikologisnya. Akan sangat tidak enak tentunya kalau suami pulang ke rumah melihat anak-anak yang masih tampak kotor karena belum mandi sore, atau nangis tidak mau berhenti hanya karena tidak pekanya ibu melihat keinginan anak. Kegesitan dan kecermatan ibu ketika di pagi hari harus menyiapkan anak-anak yang akan berangkat sekolah juga akan membuat suasana rumah terasa lebih segar, sehingga suami juga akan merasa tenang ketika akan memulai aktivitasnya.

3. Pandai menjaga amanat sebagai pengatur rumah tangga (rabbatul bait)

Rumah akan sangat terasa nyaman jika senantiasa tampak tertata, teratur dan bersih. Fisik rumah tentu bukan menjadi syarat utama. Tapi bagaimana isteri bisa mengatur dan menjaga kebersihan rumah sehingga semua anggota keluarga termasuk suami akan betah tinggal di dalamnya. Tidak tampak barang-barang atau apa saja yang tidak sedap dipandang.

4. Pandai menjaga diri, kehormatan dan harta suami

“Maka perempuan-perempuan yang shalih itulah yang tetap beribadah dengan khusyu’ lagi memelihara rahasia-rahasia suami isteri dengan sebab pemeliharaan Allah kepada mereka”. (HR. Muslim)

Ketika suami tidak dirumah, istri shalihah harus pandai menjaga diri dan harta suami dengan sebaik-baiknya. Tidak sembarangan menerima tamu di rumah, atau melakukan aktivitas yang tidak ada manfaatnya, seperti ngobrol ngalor ngidul dengan tetangga yang kadang secara tidak sengaja akan cerita tentang keburukan suami atau keluarga.

5. Berilah penghargaan dan kejutan

Semua orang, tak terkecuali suami, sangat senang jika dihargai. Penghargaan tidak selalu dalam wujud materi, tapi bisa pujian atau pelukan mesra. Cobalah, sekali-kali bawakan oleh-oleh kesukaannya ketika dia dengan rela menjaga anak-anak ketika isteri harus keluar rumah untuk berdakwah. Kirimkan sms penuh kebanggaan ketika suami selesai mengisi dengan sukses sebuah acara sebelum peserta memberikan applause. Atau berilah hadiah spesial di saat-saat tertentu.

6. Menyenangkan bila dipandang

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah (al-mar’atus shalihah). Wanita shalihah adalah menyenangkan bila engkau pandang, taat bila engkau perintah, dan menjaga diri dan hartamu bila engkau tidak di sisinya” (al hadits)

Perempuan cantik memang enak untuk dipandang, tapi kecantikan fisik bukan segalanya, karena isteri semakin lama juga akan semakin tua. Buatlah suami agar selalu merasa senang dan betah di rumah dengan memberi kesetiaan yang ikhlas, senyuman yang tulus dan menawan, serta cinta dan pengorbanan. Panggillah dengan panggilan yang paling dia sukai.

7. Bertutur kata lembut

Saling nasihat menasihati antara suami isteri harus selalu dilakukan. Bagaimanapun tidak ada manusia yang sempurna. Siapa pun suatu saat bisa melakukan kesalahan. Maka penting isteri untuk tidak lupa mengingatkan suami ketika alpha. Tapi lakukanlah semua itu dengan penuh kelembutan. Pilihlah kata-kata yang baik dan santun selama berdialog. Rendahkan nada bicara dan usahakan dengan intonasi yang terkontrol. Kata-kata yang baik bila disampaikan dengan cara yang lembut, akan lahir kekuatan yang besar. Semua itu Insya Allah akan bisa menggerakkan jiwa yang lemah, membangkitkan semangat orang yang putus asa, menentramkan hati yang gelisah. Ia juga akan meluluhkan sikap yang kaku, sehingga nasihat yang semula tidak bisa masuk, berubah menjadi nasihat yang menggugah dan menyadarkan.

“Sesungguhnya kelembutan itu apabila ada pada sesuatu, ia akan memperindahnya, dan apabila tercabut dari sesuatu, akan tercelalah dia” (HR. Muslim)

8. Tidak membebani tapi membantu mencari solusi

Kehidupan berumah tangga tentu tidak lepas dari persoalan. Sebagai isteri shalihah, ketika persoalan itu datang bantulah suami untuk mencari solusi. Kalau tidak mampu, jangan menambah persoalan baru atau bahkan menuntut sesuatu diluar batas kemampuannya. Persoalan-persoalan kecil yang mampu diselesaikannya sendiri dan tidak memerlukan ijin suami, selesaikanlah dengan segera. Jadikanlah diri istri menjadi tempat yang nyaman buat suami untuk mengadu dan menumpahkan kepenatan setelah seharian keluar rumah untuk mencari rizki atau berdakwah. Biasakan untuk selalu bersyukur dengan semua nikmat yang didapat, bersabar ketika menghadapi kesulitan, tawakal bila mempunyai rencana, dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.

9. Pandai melayani suami

Urusan perempuan memang tidak hanya seputar sumur, dapur dan kasur. Tapi isterilah yang bertanggungjawab untuk ketiga urusan itu. Bisa saja ada pembantu yang memasak, tapi menyiapkan makan, minum dan segala keperluan suami di dalam rumah merupakan kewajiban isteri. Lakukan semua itu dengan ikhlas dan penuh rasa cinta. Tentu akan berbeda rasanya teh manis buatan isteri tercinta bila dibanding dengan buatan pembantu. Insya Allah akan terasa lebih nikmat. Jadilah isteri yang selalu siap “melayani” suami dan pandai membuatnya “bergairah”.

“Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidurnya, lalu ia menolaknya sehingga ia tidur dalam keadaan marah, maka isteri itu akan dikutuk para malaikat sampai pagi hari”. (HR. Bukhari dan Muslim).

10. Jadilah pemaaf, dan ringan berterima kasih

Manusia selamanya tetap manusia, yang memiliki sifat pelupa dan khilaf. Wajar bila suami atau isteri sekali waktu berbuat keliru. Maka diperlukan upaya saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran agar tetap di jalan Allah. Jadilah isteri yang pemaaf, dan tahu berterima kasih.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Ditulis oleh : Zulia Ilmawati

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi