Tetaplah Teguh di atas Perjuangan


Oleh: Al-Ustadz Asy-Syekh Sa’id Ridwan al-Qaisi Abu Imad hafizhahullah (Pesan Asy-Syekh Said Ridwan al-Qaisi Abu Imad untuk Para Pejuang)

Wahai para pemegang panji-panji dakwah, katakanlah kepada orang-orang yang mengharap perubahan seraya berdiam diri dengan berdalih menanti Imam Mahdi

Sungguh orang-orang terbaik sebelum kita telah berkata bahwa Sumayyah, Yasir, Mush’ab, Anas bin an-Nadhr, Hamzah bin Abdul Muththalib, Abdullah bin Jahsyi, Sa’ad bin ar-Rabi’ dan Amru bin al-Jamuh. mereka semua tak sempat melihat kemenangan dan kekokohan Islam. Mereka tak menyaksikan berbagai penaklukan era Khalifah Umar serta kemenangan demi kemenangan yang diraih panglima Khalid.

Mereka pun tak menyaksikan bagaimana Rib’i bin Amir meninggikan agamanya di hadapan Rustum panglima pasukan adidaya Persia. Mereka juga tak melihat bagaimana Khalifah Harun ar-Rasyid berseru pada awan,

“Turunkanlah air hujan di mana saja engkau mau, niscaya hasil kharajnya akan mendatangiku”.

Merekalah orang-orang yang merintis jalan lalu syahid sebelum mencapai ujungnya. Mereka belum sempat mencicipi buah perjuangan dari apa yang telah mereka rintis. Semoga Allah Swt. meridhai mereka semuanya.

Mereka telah menderita kepayahan. Mereka telah berjihad, dan mengalami penyiksaan namun tetap bersabar dalam masa-masa penuh ujian dan kesempitan sebagaimana keadaan kita saat ini. Maka janganlah kalian bertanya tentang ujung perjalanan!

Yang terpenting adalah kalian tetap di atas jalan perjuangan. Sehingga tak masalah, (takdirnya) mati di awal maupun di tengah perjalanan perjuangan, itu tak membahayakan kalian sama sekali. Jadilah sebagaimana orang-orang yang disebutkan dalam Al-Quran:

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya) ( Al-Ahzab: 23)

Sungguh kita akan terus meniti jalan perjuangan dan berharap Allah Swt. berkenan menerima amal kita, dan menyampaikan kita pada tujuan. Akan tetapi andaipun belum menggapai tujuan itu, kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar mematikan kita dalam perjuangan. Karena Allah Mahakuasa menjaga agama-Nya.

Maka, hendaklah kita senantiasa memperbarui niat kita dalam setiap urusan, setiap waktu, bahkan sepanjang waktu. Sebab kita tak tahu kapan kita akan mati!

Seandainya istri Firaun hanya menunggu saja sampai runtuh kekuasaan Firaun atau datangnya perubahan, niscaya ia tak berhak berkata,

رب ابن لي عندك بيتا في الجنة

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga”. (QS. At-Tahrim: 11)

Dan, seandainya seorang yang beriman diantara keluarga Firaun itu hanya sekedar menunggu hingga waktu berganti dan tiba masa yang lapang, niscaya ia tak berhak menyandang predikat Mukmin dari keluarga Firaun (rajulun mu’minun min âli fir’aun).

Sesungguhnya kita diciptakan untuk zaman di mana kita hidup. Usia kita tak kan terulang. Maka janganlah kita menangisi keadaan, janganlah kita mengutuk zaman.

Berbuatlah sebagaimana yang telah diperbuat oleh generasi pendahulu kita. Apabila mereka hidup di zaman yang keras, maka mereka menunaikan apa yang menjadi tugasnya. Begitupun jika mereka hidup di zaman yang lunak, maka mereka pun menunaikan apa yang menjadi tugasnya.

Para aktivis perubahan tidaklah memilih zaman mereka. Justru mereka memenuhi (dengan amal terbaik) lembar-lembar amalan mereka!

#الثبات_الثبات

Dibaca

 18 total views,  2 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi