Sebuah Penaklukan

Oleh. H. M Ali Moeslim

Bismillahirrahmanirrahim

Selain Penaklukan Mekkah, Andalusia, dan Palestina yang melegenda dalam sejarah peradaban Islam, satu lagi penaklukkan Islam yang mengguncang dunia, yakni penaklukan sebuah imperium Kristiani raksasa Byzantium yakni konstantinopel atau Istambul Turqi saat ini.

Jauh sebelum konstantiopel betul-betul takluk di tangan ummat Islam, Rasulullah Saw. 700 tahun sebelumnya sudah mengabarkan peristiwa penaklukan ini dalam sabdanya:

لَتُفتَحنَّ القُسطنطينيةُ ولنِعمَ الأميرُ أميرُها ولنعم الجيشُ ذلك الجيشُ

“Sesungguhnya akan dibuka kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.”

Tepatnya peristiwa ini terjadi pada tahun 1453 M, panglima penaklukan yang sangat terkenal, yakni Sultan Mehmed 2. Setelah berhasil menaklukkan Konstantinopel, ia mendapat gelar Sultan Muhammad Al-Fatih (fetih ; pemenang), tentu dengan pasukan yang terbaik dari ummat Islam.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari penaklukan yang dipimpin Muhammad Al-Fatih, pemuda istimewa yang saat itu baru berusia 21 tahun, antara lain:

Pertama, keyakinan akan janji kemenangan dari Allah SWT. dan Rasul-Nya. Bukan sembarang keyakinan, tetapi keyakinan yang muncul dari keimanan akan Mahakuasanya Allah SWT. Inilah kunci kemenangan kaum Muslim saat menaklukkan Konstantinopel. Sultan Muhammad Al-Fatih dan pasukannya sangat yakin akan janji Allah SWT. bahwa ummat Islam akan dimenangkan. Ia yakin akan kabar gembira dari Rasulullah Saw. bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan.

Kedua, ikhtiar yang terukur dan terindera untuk meraih tujuan mulia ini. Inilah yang dilakukan oleh Muhammad Al-Fatih dan kaum Muslim sebelumnya. Ketika pasukannya mengeluhkan cuaca yang dingin karena lapangan terbuka di sekitar tembok Konstantinopel, Sultan yang mulia ini membangun benteng kokoh tempat berlindung dari dingin kalau dibutuhkan.

Ketiga, dibutuhkan ketaatan dan kedekatan dengan Allah SWT. (taqarrub ila Allah). Inilah jalan turunnya kemenangan dari Allah SWT. (nashrulLah). Ia mulai dari dirinya sendiri. Sang Panglima tidak pernah berhenti berdoa agar dirinya, pasukan, dan ummat Islam agar diberi kemenangan. Shalat tahajud menghiasi malam-malamnya. Pasukannya pun ia pastikan sendiri agar tidak berbuat maksiat yang bisa menghalangi datangnya pertolongan Allah SWT, tidak meninggalkan shalat wajib, dan memperbanyak amalan-amalan sunnah.

Dapat disimpulkan secara umum, langkah-langkah untuk meraih kemenangan itu setidaknya melakukan hal hal sebagai berikut:

Pertama, فَاثْبُتُوا (tegar/teguh hati) ketika menghadapi Musuh. Orang yang beriman terkadang tidak menyadari kalau musuhnya ternyata lebih sengsara daripada mereka. Mereka merasa sakit sebagaimana kaum beriman merasa sakit. Akan tetapi bedanya, mereka tidak punya harapan kepada Allah, sedangkan kaum mukmin mempunyai harapan yang digantungkan kepada Allah yang Mahakuasa. Maka, apabila kaum mukmin mau lebih tegar dan sabar, niscaya akan meraih kemenangan yang hakiki.

Kedua, وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا (selalu banyak berdzikir kepada Allah). Berdzikir (mengingat) Allah adalah pelajaran yang sangat prinsip bagi seorang mukmin. Menghadapi musuh, hati kaum mukmin semakin khusu’ dan lebih sepenuhnya berserah diri serta pasrah kepada Allah.

Ketiga, وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ (taat kepada Allah dan Rasul-Nya). Ini bertujuan agar kaum mukmin pasrah sepenuhnya kepada Allah sehingga mereka tidak saling bertentangan. Manusia tidak saling bertentangan kecuali dipicu oleh adanya beberapa pemimpin, hawa nafsu, syahwat, dan terlalu senang jabatan.

Keempat, وَلَا تَنَازَعُوا (menjauhi perselisihan dan pertengkaran/saling berbantah-bantahan). Banyak berbantah-bantahan tidak jarang justru berujung dengan perpecahan, akibat tidak teguh dan kokoh dalam mengikuti jalan syar’i yang Allah SWT. turunkan. Perintah Allah bersatu padu sangat jelas sebagaimana surat Ali Imran ayat 103:

(وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا )

“Berpegangbteguhlah pada tali (agama Allah) dan janganlah kamu bercerai-berai.”

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَانٌ مَّرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS Ash-Shof: 12)

Kelima, وَاصْبِرُوا (sabar dan tabah dalam berjuang).

Keenam, بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ (jangan sombong, jangan bersikap riya dan jangan menghalang-halangi orang lain dari jalan Allah). Allah mengingatkan kaum mukmin agar menjauhi tiga sikap ini.

Dengan demikian, Secara i’tiqadi (akidah), kemenangan dan pertolongan itu di tangan Allah, bukan di tangan manusia. Secara i’tiqadi (akidah) juga, kemenangan dan pertolongan itu bagian dari qadha’ dan Qqdar Allah, juga telah dinyatakan di Lauh al-Mahfudz; tentang kapan, di mana, dan kepada siapa diberikan.

Dengan kata lain, ini masalah ilmu Allah,
secara syar’i (syariah), manusia wajib melakukan hukum sebab-akibat sebagai ikhtiar mewujudkan halat [keadaan] sehingga memantaskan diri menjadi orang-orang dan kelompok yang layak diberikan kemenangan dan pertolongan oleh Allah.

Memantaskan diri, baik secara pribadi maupun kelompok. Sebagaimana bekerja dalam mencari rezeki hanyalah “halat (keadaan), bukan sebab datangnya rezeki. Sebab datangnya rezeki adalah Allah. Maka, hukum sebab-akibat dalam perjuangan untuk mendapatkan kemenangan dan pertolongan oleh Allah itu tetap bukan penentu. Meski tetap harus dilakukan dengan sebaik mungkin, dengan secepat mungkin, dan semaksimal mungkin karena penentunya adalah Allah.

وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ

“Katakanlah (Muhammad), “Berjuanglah. Allah pasti akan menyaksikan perjuanganmu. Begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.” (QS At-Taubah: 105)

Wallahu a’lam bishawab.

Dibaca

 55 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi