Aksi Bela Palestina, Palestina Butuh Solusi Paripurna

Ahad, 2 Juni 2024 telah digelar Aksi Bela Palestina di Surabaya. Massa yang ikut aksi sekitar 8000 orang yang terdiri dari peserta laki-laki dan perempuan. Aliansi Muslim Peduli Palestina menggelar aksi ini jelas untuk menyeru pembebasan atas kaum muslim dan tanah suci Palestina.

Dalam Aksi Bela Palestina, banyak poster terbentang berisikan penolakan penjajahan dan seruan penghentian genosida. Beberapa isi poster adalah “Stop Genocide, Free Palestine, Establish the Caliphate!” Poster lain bertajuk, “Aksi dan Longmarch Bela Palestina, Palestina Butuh Solusi Paripurna.” Lainnya berbunyi, “Liberate Gaza, Call for Khilafah.”

Aksi diawali Longmarch dengan barisan laki-laki dan perempuan terpisah. Barisan tersebut begitu panjang dan sangat rapi. Selama longmarch, para orator di setiap stage memberikan orasi yang menggugah jiwa dan pikiran. Betapa penjajahan Zionis Yahudi adalah bentuk kebiadaban yang harus dilenyapkan dari muka bumi. Kaum Zionis itu tak layak berada di Palestina dengan ilegal state hasil rampasan tanah suci Palestina. Bukan sekadar aksi membela kaum muslim, para orator juga menyeru penguasa agar mengirimkan tentaranya. Bukan untuk misi perdamaian, mengantar bantian pangan, pakaian, dan obat-obatan, ataupun sebatas menjaga Palestina, tetapi tentara dikirim untuk mengusir penjajahan Palestina.

Di sela-sela orasi, teriakan yel-yel pun membakar semangat. Panasnya terik matahari tak mampu menghalangi langkah kaki peserta untuk tetap berjalan hingga titik akhir dan meneriakkan yel-yel yang dipandu orator. “Free free Palestine, Stop Genocide, Stop Penjajahan, Palestina akan bebas dengan dakwah dan jihad.”

Betapa brutal dan biadabnya Zionis Yahudi dalam membombardir Palestina hingga puluhan ribu nyawa jadi korbannya. Rincian korban meninggal, dari kalangan anak-anak ada 15 ribuan, perempuan ada 10 ribuan, dan tujuh ribuan lainnya masih hilang. Selain itu, dilaporkan juga bahwa ada 490-an tenaga kesehatan yang gugur, disusul 240-an tenaga pendidik dan 140-an jurnalis yang meninggal dunia akibat serangan Zionis laknatullah ‘alaihim.

Mekanisme solusi yang ditawarkan saat ini sungguh tak menyentuh akar masalah, apalagi bisa sampai menuntaskan kekejaman yang terjadinya. Nyatanya, teriakan lantang dari lembaga peradilan dunia dan PBB sendiri tak menyurutkan Zionis untuk menghentikan aksi kejamnya. Mekanisme penyelesaian masalah tersebut melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak efektif dan tidak solutif. Selain itu, solusi dua negara juga tidak tepat karena justru menurutnya, akan melindungi penjajah zionis Israel. Maka dari itu, tak layak berharap pada lembaga sekelas PBB yang tak mampu menyuguhkan solusi tuntas dan paripurna. Sudah saatnya kaum muslim menyadari bahwa sistem Islam saja yang akan membawa kebaikan dan keberkahan hidup bagi Palestina dan dunia. Wallahualam bisawab.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi