Masjid Nabawi

Keutamaan

Salat di masjid Nabawi nilainya sangat tinggi sebagaimana sabda Nabi saw.:

عَنْ جَابِرٍرَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ، وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ. (رواه أحمد)

“Dari Jabir ra, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda:
Salat di masjidku lebih mulia nilainya 1.000 kali daripada salat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih mulia nilainya 100.000 kali dari pada shalat di masjid lain.” (HR. Ahmad)

Sejarah Berdirinya

Waktu Rasulullah saw. masuk Madinah, kaum Anshar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. Namun Rasulullah saw. menjawab dengan bijaksana:

“Biarkanlah unta ini berjalan, karena ia diperintah Allah.”

Setelah sampai di hadapan rumah Abu Ayyub Al Ansari, unta tersebut berhenti, kemudian beliau dipersilahkan oleh Abu Ayyub Al Ansari.

Nabi mendirikan masjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurarah diserahkan sebagai wakaf, sebagaian lagi dibeli dari milik anak yatim Sahal dan Suhail anak Amir bin Amarah di bawah asuhan Mu’adz bin Atrah. Waktu membangun Masjid, Nabi meletakkan batu pertama, selanjutnya kedua, ketiga, keempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali.

Kemudian dikerjakan dengan gotong royong sampai selesai. Pagarnya dari batu tanah (setinggi ±2 m). Tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah daun kurma, halaman ditutup dengan batu-batu kecil, kiblat menghadap Baitul Maqdis, karena waktu itu perintah Allah untuk menghadap Ka’bah belum turun.

Pintunya tiga buah yaitu pintu kanan, pintu kiri dan pintu belakang. Panjang masjid 70 hasta, lebar 60 hasta. Dengan demikian masjid itu sederhana sekali tanpa hiasan. Masjid tersebut dibuat tahun ke-1 Hijriyah. Di sekitar masjid, dibangun rumah Siti Aisyah yang kemudian jadi tempat pemakaman Rasulullah saw. dan kedua sahabatnya.

Madinah, 21 Ramadhan 1444 H
Yuana Ryan Tresna

#JejakRasul

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi