Dakwah Hanya Meminta Waktumu


Oleh. K.H. Abu Zaid

Modal utama kehidupan adalah waktu. Allah memberikan kepada kita waktu di muka bumi. Maka rejeki manusia menempel pada waktu. Selama masih ada waktu maka masih ada rejeki. Jika ajal tiba alias waktu habis maka rejeki pun habis.

Maka, aktifitas apapun yang bisa dilakukan manusia menempel pada waktu. Selama masih ada waktu maka potensi manusia yang lain seperti ilmu, harta, tahta, tenaga, dan lain-lain masih berguna. Namun, jika waktu telah tiada otomatis semua potensi itu tak bisa digunakannya lagi.

Lalu, bagaimana dengan dakwah? Iya betul. Dakwah pun hanya minta waktumu. Jika kita serahkan waktu untuk dakwah maka segala potensi lain yang kita miliki akan ikut. Ilmu, harta, pikiran dan tenaga akan ikut. Namun jika kita tidak berikan waktu untuk dakwah maka setinggi apapun limu tak ada gunanya untuk dakwah. Sebanyak apapun harta tak berguna untuk dakwah.

Begitulah faktanya. Oleh karena itu siapapun yang mengaku menjadi pengemban dakwah namun dia tidak memberikan waktunya untuk dakwah dengan segala macam alasan kesibukan lain. Maka dia termasuk orang yang tidak jujur.

Ngaku ngaku tapi tak berupaya serius menepati pengakuannya. Apalagi jika dia pernah bersumpah atas nama Allah Yang Maha Agung bahwa dia akan mengerahkan segenap kemampuan untuk berdakwah maka sungguh dia telah tidak jujur kepada Allah. Juga kepada dirinya sendiri.

Karena itu, seorang da’i tidak boleh bekerja yang menghabiskan waktunya sehingga tidak ada lagi waktu untuk dakwahnya. Karena jika demikian, itu merupakan sikap tidak jujur pada pengakuannya sendiri.

Allah Swt. berfirman dalam surat al-‘Ashr ayat 1-3:

وَٱلْعَصْرِ . إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ. إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.

Moga Allah Ta’ala mudahkan kita menjadi pengemban dakwah yang mulia. Aamiin.

 

Dibaca

 20 total views,  2 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi