Berani Berkorban demi Menggapai Ridha Allah

Oleh. Widya Astuti

“Di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari ridha Allah. Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba(-Nya).” (QS Al-Baqarah: 207)

Sahabat, pernahkah sahabat berkorban demi seseorang atau demi suatu hal yang dicintai? Saya rasa mungkin pernah, ya, sahabat. Misalnya, sahabat berkorban tidak jajan selama dua minggu agar bisa beli buku Islami atau buku Sirah Nabawiyah. Buku yang mungkin sudah lama sahabat idam-idamkan untuk bisa dimiliki. Nah, itu contoh berkorban demi suatu hal yang dicintai.

Contoh lain, sahabat berkorban tidak makan malam demi anak-anak bisa makan. Karena kondisinya makanan untuk dimakan itu tidak mencukupi, sehingga sahabat rela memberikannya kepada anak-anak agar mereka bisa makan dengan kenyang. Masyaallah.

Contoh yang lain lagi nih sahabat, seorang bapak yang rela bekerja keras, panas-panasan di sawah atau di ladang agar bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Kemudian seorang ibu yang rela bekerja atau rela mencari pinjaman kesana-kemari demi anaknya bisa melanjutkan sekolah favorit. Masyaallah. Masih banyak lagi, ya, sahabat contoh sikap atau perilaku rela berkorban demi seseorang ataupun demi menggapai suatu hal.

Sahabat, pengorbanan itu sebagai bentuk ekspresi cinta. Benar begitu sahabat? Karena cinta, seseorang rela mengorbankan apa pun demi orang yang dicintainya. Karena cintanya seorang hamba kepada Allah, ia rela mengorbankan jiwa dan raganya serta apa pun yang ia miliki demi menggapai Ridha Allah. Seperti cintanya Nabi Ibrahim kepada Allah. Ketika Allah memintanya untuk mengorbankan anaknya yang bernama Ismail, Nabi Ibrahim rela dan ikhlas menjalankan perintah Allah tersebut.

Begitu juga dengan Rasulullah Saw. Demi menggapai ridha Allah, meraih cinta-Nya, Rasulullah rela mengorbankan apa pun demi tegaknya agama Allah di muka bumi ini. Begitu luar biasa pengorbanan beliau. Beliau rela dihina, dilempari batu dan kotoran, dibenci, dan dikatakan tukang sihir, dan sebagainya. Seperti itulah ekspresi cinta, sahabatku.

Para sahabat Rosul pun juga luar biasa sekali dalam hal berkorban. Demi cinta Allah dan Rasulnya, mereka rela meninggalkan kenikmatan dunia yang dimiliki. Sebut saja Mus’ab bin Umair. Salah satu sahabat Rosulullah yang terkenal akan ketampanan dan kekayaan nya sebelum menjadi seorang muslim. Ia terbiasa hidup dalam kemewahan. Pakaiannya yang selau rapi, wangi, dan mahal. Pada masa itu Mus’ab bin Umair menjadi perbincangan orang Mekah karena banyak gadis yang bermimpi menjadi istrinya.

Ketika kebenaran Islam sampai kepada Mus’ab bin Umair, ia memutuskan untuk menjadi muslim dan rela meninggalkan semuanya. Ia memilih untuk memperjuangkan Islam bersama Rasulullah dan para sahabat serta memilih untuk hidup sederhana.

Keputusan Mus’ab bin Umair untuk memeluk Islam ternyata ditentang oleh ibunya sendiri. Ibunya yang sangat ia cintai. Mendengar kabar Mus’ab bin Umair telah masuk Islam, ibunya marah dan memintanya untuk meninggalkan keislamannya. Namun, Mus’ab tidak mengikuti kemauan ibunya tersebut. Ia berusaha untuk meyakinkan ibunya agar bisa menerima keputusannya. Kemudian ia mengajak ibunya untuk memeluk Islam. Tapi, tetap saja ibunya menolak dan tidak membolehkan Mus’ab mengikuti ajaran Nabi Muhammad.

Melihat sikap ibunya yang tak suka akan keputusannya, Mus’ab bin Umair pergi meninggalkan ibunya dan memilih berjuang bersama Rasulullah dan para sahabat. Masyaallah, begitu cintanya Mus’ab bin Umair kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemewahan yang selama ini ia miliki rela ia tinggalkan. Cintanya kepada sang ibu kalah dengan cintanya kepada Allah dan Rasul.

Masih banyak kisah para sahabat Rasul yang luar biasa dalam berkorban. Seperti kisah Abu Bakar As-Siddiq yang rela mengorbankan seluruh hartanya di jalan Allah. Beliau juga rela digigit ular demi melindungi Rasulullah. Kisah Usman bin Affan yang rela menginfakkan hartanya di jalan Allah, begitu juga Umar bin Khattab sosok yang kuat dan selalu terdepan dalam perjuangan. Ali bin Abi Thalib dan yang lainnya juga rela mempertaruhkan nyawanya demi menegakkan agama Allah. Luar biasa sekali. Semua itu dilakukan semata-mata untuk menggapai Ridha Allah SWT.

Sahabat, kita bagaimana? Apa yang sudah kita korbankan untuk menolong agama Allah? Harta? Tenaga? Waktu? Pikiran atau ilmu yang kita punya? Atau nyawa? Apakah semua itu sudah kita korbankan demi menggapai ridha Allah? Demi tegaknya Islam?

Jika belum, yuk sahabat kita korbankan apa yang kita punya untuk menolong agama Allah. Kita punya harta, maka kita korbankan harta kita di jalan Allah. Kita punya tenaga yang kuat, maka kita pergunakan untuk menolong agama Allah. Kita punya waktu luang yang banyak, maka kita pergunakan untuk hadir di majelis ilmu dan melakukan aktivitas dakwah. Apa pun yang kita miliki dan bisa kita berikan untuk menolong agama Allah, maka berikanlah. Sekecil apa pun kontribusi kita dalam dakwah, dalam menolong agama Allah, Insyaallah ada pahala di sisi-Nya. Tetap semangat sahabat. Ingat janji Allah dalam surah Muhammad ayat 7 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (QS Al-Hajj: 40)

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi