Pulih Lebih Cepat, Bangkit dengan Syariat

Oleh. K.H. M Ali Moeslim

Bismillahirrahmaanirrahiim

Sebagian besar umat manusia di bumi ini mengharapkan perubahan tatanan dunia saat ini. Banyak ketidakadilan dan ketimpangan yang mereka alami saat ini.

Begitupula umat Islam yang sadar dan peduli atas keadaan umat Islam khususnya, pasti berharap kebangkitan, rindu kemenangan, setidaknya ada perubahan kepada keadaan yang lebih baik.

Sementara itu, masih banyak orang yang salah ketika menilai kemenangan, khususnya dalam konteks Islam. Kemenangan dalam konteks Islam, bukan dengan “hanya” naiknya orang Islam dalam tampuk kekuasaan, tetapi sampainya Islam pada kekuasaan itu sendiri. Mengapa? Karena kedaulatan dalam pandangan Islam itu di tangan syariah, bukan di tangan manusia.

Syariahlah yang seharusnya memimpin, bukan manusianya. Karena itu semua perilaku, ucapan dan kebijakan penguasa wajib tunduk pada syariah Islam. Bukan sebaliknya.

Begitupula persepsi kebangkitan, masih banyak yang keliru memahami. Kebangkitan (an-nahdhah), yang kita maksudkan adalah ketinggian berpikir (ar-raqi al-fikr) yang memiliki karakter mendalam (‘umuq) dan menyeluruh (syumul), Artinya kebangkitan Islam itu adalah saat umat Islam menjadikan Islam kembali sebagai pemikiran, perasaan dan tata aturan dalam segala aspek kehidupan.

kebangkitan hakiki adalah yang pernah dialami bangsa Arab saat mereka mengambil Islam sebagai ideologi individu, masyarakat dan negara. Kebangkitan ini dipimpin oleh Rasulullah saw.

Bangsa yang dulunya Jahiliah berubah menjadi bangsa berperadaban tinggi dan mulia, bahkan kemudian berhasil menerangi dua pertiga dunia.

Cahaya kebenaraan (Din al-Islam) tak akan pernah surut oleh gelapnya kebatilan. Cahaya kebenaran selamanya akan bersinar hingga menjelang alam semesta sirna ditelan masa yang dijanjikan, yawm al-qiyâmah. Allah Swt. berfirman:

وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا

“Katakanlah, “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh yang batil itu pasti lenyap.” (QS. al-Isra’: 81)

Allah Swt. menegaskan bahwa cahaya kebenaran, yakni Al-Islâm itu sendiri, akan selalu ada. Sebaliknya, kebatilan akan binasa hingga tiada lagi kekufuran, kesyirikan, penyembahan terhadap berhala setelah terbitnya fajar Islam. Demikian sebagaimana diuraikan Al-‘Allamah Muhammad ‘Ali Ash-Shabuni (w. 1442 H). Hal itu diikuti dengan informasi (khabar) pastinya kegagalan ragam upaya musuh-musuh Islam memadamkan cahaya Islam:

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِ‍ُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٰهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ كَرِهَ ٱلۡكَٰفِرُونَ

“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut-mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (QS. ash-Shaff: 8)

Seorang ulama menulis bahwa cita-cita (al-amal) adalah rahmat Allah untuk umatku. Andai tidak ada hal tersebut, niscaya pekebun tidak akan menanam pohon dan seorang ibu tidak akan menyusui anaknya.

الْأَمَلُ رَحَمْةٌ مِنَ اللهِ لِأُمَّتِي، وَلَوْلَاهُ لَمَا غَرَسَ غَارِسٌ شَجَرًا وَلَا أَرْضَعَتْ أُمٌّ وَلَدًا

Al-Amal adalah ar-rajâ (harapan yang disenangi oleh jiwa). Mirip dengan at-tamanny (angan-angan), namun berbeda. Al-Amal itu didahului oleh sebab-sebab yang memungkinkan apa yang diharapkan terwujud. Adapun at-tamanny tanpa didahului sebab-sebabnya.

Kalau kita cermati target perubahan yang dilakukan Rasulullah saw. adalah perubahan rezim dan sistem. Hal tersebut terlihat dengan jelas pada dakwah Rasulullah saw. yang tidak sekadar mengajak orang kafir memeluk Islam. Dakwah juga diarahkan untuk mewujudkan masyarakat Islam, yakni dengan mengganti sistem jahiliah dengan sistem Islam.

Terbukti pasca hijrah, Rasulullah saw. dan para Sahabat mendirikan masyarakat Islam dalam institusi politik Daulah Islamiyah di Madinah.

Optimisme kebangkitan Islam mulai nampak semakin dekat. Selain umat yang masih punya ghirah, adanya kelompok dakwah yang ikhlas dan ideologis juga menjadi faktor pendukung optimisme ini. Berbagai macam fitnah, tuduhan, bahkan persekusi tidaklah menyurutkan langkah mereka.

Jika dicermati dengan saksama, yang dianggap berbahaya dari mereka pada intinya hanyalah karena mereka mengkaji Islam untuk diamalkan.

Mereka tidaklah belajar tentang riba melainkan mereka tinggalkan riba tersebut dan tidak mentolerir anggotanya terlibat riba. Mereka tidaklah belajar materi tentang aurat kecuali mereka terapkan dalam kehidupan mereka, hingga istri-istri dan anak perempuan mereka tidak ditolerir untuk keluar rumah tanpa menutup aurat.

Mereka mengkaji sistem ekonomi Islam, hudud, jinayat, ta’zir, sampai Khilafah dengan semangat agar hukum-hukum tersebut bisa memberikan rahmat di tengah umat. Caranya tidak lain adalah dengan menerapkannya. Inilah bentuk amal shalih yang dilandasi keimanan itu. Inilah “necessary condition” bagi perwujudan janji Allah Swt. Allah Swt. berfirman;

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur: 55)

Setiap komponen umat mesti beraktivitas tanpa letih dan lelah dengan kesadaran penuh dan pengorbanan yang tulus demi menegakkan kembali kemuliaan umat di bawah kepemimpinan Islam sebagaimana yang diwariskan dengan cara menyebarluaskan pemikiran Islam dan berani berkorban memperjuangkannya.

Umat harus menyadari kenyataan bahwa Islam menjadi satu-satunya pemikiran yang haq, sedangkan pemikiran agresor kapitalis itu adalah batil dan dusta.

Wallahu a’lam bishawab.

Dibaca

 31 total views,  31 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi