DICARI BURUH LEVEL 7

(Renungan untuk Hari Buruh Internasional)
Sekolah vokasi itu memang diperlukan. Tidak perlu dihujat, “Wah, ini cuma mau mencetak generasi muda kita jadi buruh!!!”.
Ya kan tidak semua langsung bisa jadi entrepreneur, apalagi jadi intelektual. Mau sistem apapun, kita tetap butuh buruh/pekerja. Masalahnya, saat ini, jangankan jadi entrepreneur atau intelektual, jadi pekerja saja banyak yang tidak punya kompetensinya. Sekalipun sarjana, bahkan S3, tetapi banyak yang mentalnya buruh.
Jadi ya, saya kira jangan terlalu disalahkan, kalau pendidikan vokasi didorong. Yang perlu kita sempurnakan adalah, kita ingin pendidikan vokasi level 7, bukan cuma level 1 atau level 2.
Pendidikan Vokasi level 7 itu sama seperti levelling yang lain.
Level 0 – irrasional (buruh yang jarang mikir, kadang berbuat irrasional)
Level 1 – ilmiah (buruh yang berpikir, mulai bisa mengimprove diri)
Level 2 – innovatif (buruh yang bisa menciptakan sesuatu yang meningkatkan kinerjanya)
Level 3 – inspiratif (buruh yang bisa menginpirasi buruh lain atau orang lain)
Level 4 – integratif (buruh yang mampu menggabungkan hal-hal lain, termasuk menggabungkan keahlian buruh lain, sumberdaya lain, dll)
Level 5 – independen (buruh yang sudah mampu mandiri, bertransformasi menjadi entrepreneur, tidak lagi tergantung satu perusahaan/klien saja)
Level 6 – ideologis (buruh yang sudah paham persoalan ideologis, kenapa suatu negara bisa maju dan kenapa negara kita tidak seperti negara lain)
Level 7 – islamis (buruh yang sudah mampu menempatkan Islam sebagai acuan segalanya, beyond ideologis, meskipun status kerja dia masih buruh).
Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi