More Than Beauty (part 2)

Afiyah Rosyad

Ruqoyyah memandang wajah oval Faza dengan seksama. Wajah yang indah dibalut kerudung soft pink berbunga. Ruqoyyah memuji kebesaran Allah saat memandangi Faza.

Sementara Faza masih sibuk menunduk, hendak menyusun kata.

“Kak, selama ini aku ngejalani kehidupan yang… Kakak tahu sendirilah macam apa. Apa yang Kak Aya’ pikir tentangku?” hati-hati Faza bertanya

“I mean, menurut Kak Aya’ nih dosa gak aku ngejalanin aktivitas seperti itu?” Faza menambahkan penjelasan sebelum Ruqoyyah sempat menjawab.

Pandangan Ruqoyyah menyapu pandangan Faza. Membuat Faza menunduk malu.

“Selama ini Dik Faza tahu gak hukumnya berprofesi sebagai artis?” Ruqoyyah memberikan pertanyaan balik.

“Aku tahu Kak, kak Yunus yang menjelaskan dulu sebelum aku masuk kuliah jurusan itu. Harom.” Terang Faza ragu.

Lalu Ruqoyyah mengulang penjelasan bahwa setiap amalan harus ada ilmunya, harus diketahui hukumnya.

Jika melaksanakan amal tanpa ilmu, dosanya itu 1, karena dia tahu hukumnya, tapi dia melakukan hal yang bertentangan. Misal seperti profesi artis yang bercampur baur, tidak menutup aurot dan bertabarruj itu harom, tapi tetap dilaksanakn.

Sementara dosa bagi yang tidak berilmu itu 2. Pertama karena tidak mau mencari ilmunya, padahal Islam telah terang benderang. Kedua karena dia sudah melakukan hal yang tidak tahu hukumnya.

Beda jika sama sekali dia tidak ada informasi tentang Islam, tidak ada yang memberi tahu karena terisolir atau tinggal di pedalaman yang susah akses sosialisasi dan interaksi dengan manusia. Maka, dia dimaafkan.

Dada Faza bergemuruh, ah betapa petuah Kak Yunus diabaikan begitu saja. Demi kesenangan dan kesuksesan semu dia menabrak aturan Allah. Faza tergugu, tak tahan menahan rasa yang membuncah di dada, terasa sakit. Sudah sejak SMA, dia bergelut di dunia entertain. Sejak ajang itu, dia asik bergelimang ketenaran.

Kini karirnya sedang meniti puncak. Setelah 4 tahun melanglang buana dunia FTV, model, dan iklan, dia sudah terjun di dunia film. Tiga film dalam setahun ini. Dia hanya kuliah setahun saja demi karirnya.

“Kak, aku berlumur dosa. Pantaskah aku jika bertaubat?” Faza sudah berlinang air mata.

Ruqoyyah memeluk Faza erat. Mentransfer energi positif dan memberi kehangatan bagi Faza. Berharap pelukan itu bisa mengurangi beban Faza.

To be continued…

Dibaca

 80 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi