30 JURUS MENGUBAH NASIB; UBAH OBSESI

Oleh : Ust. Prof. Dr. -Ing. H. Fahmi Amhar
Penyusun : Jusmin Juan

(Apa Yang Bisa Kita Ubah Agar Allah Mengubah Nasib Kita)

Hari-12 : UBAH OBSESI

Sesungguhnya tidak ada orang maupun kaum, yang mengalami perubahan nasib tanpa mereka mengubah dulu obsesi-nya atau apa yang benar-benar menggodanya untuk diwujudkan dalam hidupnya

Dalam istilah yang lebih lunak, kemampuan melihat inti persoalan atau wawasan kedepan atau bahkan kemampuan untuk merasakan sesuatu yang tidak nampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan, disebut VISI.

Tetapi ketika seseorang benar-benar meyakini meyakini visi itu, lalu hal itu selalu menggodanya untuk mewujudkannya bahkan kadang disebut “Gangguan Jiwa”, maka ini disebut OBSESI.

Setiap capaian-capaian besar dalam sejarah, selalu dimulai dari orang-orang yang memiliki Obsesi.

Mencari jalan ke Kepulauan Nusantara merupakan obsesi bagi orang Eropa pada abad-15. Melihat jalan-jalan terang di malam hari oleh penerangan listrik merupaka obsesi Thomas Alva Edison di awal abad-20. Membuat roket yang dapat mendaratkan manusia di bulan adalah obsesi Werner Von Braun di tahun 1960-an. Dan melihat ada komputer di setiap rumah tangga dan software di dalamnya bertuliskan Microsoft adalah Obsesi Bill Gates diakhir 1990-an. Dan indahnya, setelah bertahun-tahun bekerja seperti orang kesurupan, sampai sering lupa makan siang, semua telah berhasil meraih obsesinya!

Yang pasti harus kita ubah adalah obsesi yang negatif. Ada orang yang sangat terobsesi menjadi kaya atau berkuasa, sampai menghalalkan segala cara.

Secara umum, Obsesi dapat kita bagi ke-3 kategori :
1. Obsesi jangka pendek yang bisa dicapai dalam 1-2 tahun,
2. Obsesi jangka menengah yang bisa dicapai kurang dari 5-10 tahun,
3. Obsesi jangka panjang yang diperkirakan akan tercapai dalam 25 tahun.

Bagi seorang peneliti, menghasilkan publikasi ilmiah Internasional atau prototype alat yang layak paten bisa dijadikan obsesi jangka pendek.

Bagi seorang Mahasiswa baru, menjadi sarjana atau bahkan doktor bisa dijadikan obsesi jangka menengah. Dan bagi pengusaha yang baru merintis bisnis, berhasil menguasai pasar domestik dengan merebut 40% pangsa pasar bisa bisa dijadikan obsesi jangka panjang. Tetapi semua terserah kita sendiri.

Kalau kita membaca sejarah Islam, kita juga menemukan banyak sekali contoh orang-orang yang benar terobsesi dengan cita-citanya. Imam Syafi’i muda sangat terobsesi untuk menguasai ilmu fiqih dengan sempurna, sehingga sejak kecil belajar 3 shift.

Obsesi pula yang menjadikan Muhammad bin Murad (Sultan Muhammad Al-Fatih ‘Penakluk Konstantinopel’) sejak aqil baligh berusaha tidak pernah ketinggalan takbiratul ihram setiap sholat berjama’ah lima waktu. Dia benar-benar ingin menjadi Panglima terbaik yang memimpin pasukan terbaik yang masuk kontantinopel.

Namun ada satu lagi jenis obsesi yang saya sebut “Obsesi Abadi”. Ini adalah obsesi yang tidak mungkin kita raih ketika masih hidup: yaitu “Obsesi masuk Surga!!!”
Kalau obsesi masuk Surga, maka kita akan seperti kesurupan terus menerus melakukan amalan ahli surga sebanyak-banyaknya, baik itu fardhu ain, fardhu khifayah, maupun Sunnah Nafilah. Kita benar-benar terobsesi akan dinikahkan dengan Bidadari Surga dan tinggal disuatu tempat yang keindahan dan nikmatnya tidak dapat terbayangkan.

Mestinya Ramadhan adalah bulan untuk mengubah Obsesi hidup kita. Mudah-mudahan, pada hari ke-12 bulan Ramadhan, kita sudah bisa mengubah atau mempertajam obsesi kita dalam perjalanan kehidupan, agar Allah mengubah nasib kita.

Dibaca

 23 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi