30 JURUS MENGUBAH NASIB; Ubah ALOKASI

Oleh : Ust. Prof. Dr. -Ing. H. Fahmi Amhad
Penyusun : Jusmin Juan

(Apa Yang Bisa Kita Ubah Agar Allah Mengubah Nasib Kita)

Hari-13 : Ubah ALOKASI

Sesungguhnya tidak ada orang maupun kaum, yang mengalami perubahan nasib tanpa mereka mengubah dulu bagaimana mereka mengatur alokasi sumber daya dalam hidupnya

Semua apa yang ada di dunia serba terbatas. Sekaya ataupun seberkuasa apapun seseorang, tetap saja dia dicengkram keterbatasan. Setidaknya kapasitas otaknya terbatas. Orang yang dia kenal terbatas. Oleh karena itu, dia mesti pandai-pandai mengatur Alokasi semua sumber daya yang dia miliki. Dan alokasi ini tergantung apa yang dianggap penting.

Kalau kita memiliki sebuah gelas besar, lalu kita memiliki beberapa butir kelereng, beberapa sendok pasir dan secangkir air, lalu kita akan memasukkan semuanya kedalam gelas tadi, apa dulu yang kita masukkan?

Kalau kita masukkan air dulu secangkir, ada kemungkinan gelas besar itu langsung hampir penuh, sehingga kelereng dan pasir itu tidak bisa masuk. Atau kalau dipaksakan masuk, maka airnya juga akan meluap dan malah terbuang percuma. Tentu saja, cara itu yang paling tepat adalah kita masukkan seluruh kelereng dulu. Lalu pasir akan mengisi disela-selanya. Baru terakhir adalah air.

Kelereng adalah ha-hal yang dianggap vital dan urgen dalam hidup. Jadi, dengan sumber daya kita yang terbatas, kita meng-Alokasikan dulu hal-hal yang dianggap vital, yang kalau tidak ada, maka hidup atau pekerjaan kita tidak punya makna lagi. Kemudian kita alokasikan yang lebih urgen, yang faktor waktu yang menentukan.

Persoalannya apa yang kita anggap vital dan urgen?

Bagi anak sekolah, tentu saja sekolah adalah urgen. Kalau sekolahnya sampai gagal, maka hidupnya selanjutnya bisa bermasalah, pilihannya semakin terbatas.

Bagaimana untuk orang yang sedang meniti karier dan juga telah berumah tangga? Apakah kelerengnya adalah kariernya, sehingga waktunya untuk keluarga hanya dijadikan “pasir”, cukup disisipkan disela-sela “kelereng kariernya”? Mungkin dia akan meraih jenjang karier tertinggi. Tetapi bagaimana kalau itu harus dibayar dengan keluarga orang yang berantakan, istri selingkuh dan anak menjadi dan anak menjadi pecandu Narkoba? Pada titik inilah, kita semakin menyadari bahwa memilih apa yang kita jadikan “kelereng” adalah setidak-tidaknya sama pentingnya dengan mengalokasikan sumber daya yang kita miliki. Dengan demikian alokasi sangat terkait erat dengan preferensi (soal memilih apa yang kita akan utamakan.

Dengan menyadari bahwa waktu hidup kita di dunia ini terbatas, tenaga, kapasitas otak, orang-orang yang kita kenal, juga harta benda kita semua terbatas, maka kita perlu mengalokasikan dengan benar berdasarkan hal-hal yang kita anggap vital dan urgen dengan itu semua.

Kalau waktu kita di dunia habis, kita mati, apa yang vital dan urgen bagi kita? Kalau kita percaya bahwa Allah Yang Maha Kuasa hanya menilai kita dari ketaatan kita di dunia kepada-Nya, maka tentu semua perintah Allah yang wajib akan menjadi kelereng-kelereng kita. Kita akan jadikan Ibadah Mahdhoh yang fardhu sebagai kelereng. Kita akan jadikan berbakti pada orang tua sebagai kelereng. Kita akan jadikan dakwah amar ma’ruf nahy mungkar sebagai kelereng. Demikian juga hal-hal fardhu lainnya.

Tidak apalah kalau yang sunnah nafilah atau yang mubah belum sempat kita beri alokasi, asalkan semua yang wajib telah teralokasikan. Kalau kita gagal mengatur alokasi sumber daya kits untuk semua yang wajib, pasti Allah enggan merubah nasib kita. Dia bahkan berjanji tidak akan mengabulkan doa-doa kita, manakala kita berdiam diri (tidak melakukan nahy mungkar) ketika kemungkaran merajalela.

Mestinya Ramadhan adalah bulan untuk mengubah alokasi hidup kita. Mudah-mudahan pada hari Ke-13 bulan Ramadhan, kita sudah bisa mengubah atau mengoptimalkan alokasi sumberdaya yang kita miliki dalam hidup kita, agar Allah mengubah Nasib kita.

Dibaca

 18 total views,  1 views today

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
Share on pocket
Pocket
Share on whatsapp
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

Artikel Terbaru

Konsultasi