Duka Palestina, Duka Umat Muslim se-Dunia

Oleh. Bunda Hanif (Pendidik)

“All Eyes on Rafah” menggema di dunia maya beberapa pekan ini. Seruan ini bermula dari agresi militer yang telah melakukan serangan udara pada Ahad (26/5/2024) secara membabi buta. Akibat serangan tersebut, 14 tenda penghuni di distrik Tel Al-Sultan, Kota Rafah terbakar, 45 orang tewas, dan 294 lainnya terluka. Selang dua hari, mereka menembaki kamp pengungsi Al-Mawasi, di sebelah barat Rafah, menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 12 perempuan.

Seluruh dunia menghujat, mengecam, mengutuk, dan menuntut agar entitas Yahudi penjajah diseret ke pengadilan internasional tertinggi. Namun, mereka kembali melancarkan serangan pada Kamis (30/5/2024) hingga menewaskan 12 orang. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kebiadaban dan kebengisan Zionis sejak 7 Oktober 2023. Sampai hari ini sudah lebih dari delapan bulan Gaza dibombardir, 36.171 warga Palestina tewas dan 81.420 lainnya terluka.

Rafah adalah satu-satunya kota yang diklaim sebagai zona paling aman. Namun nyatanya, tidak luput dari serangan militer zionis. Rafah adalah persinggahan terakhir bagi warga Gaza untuk mengungsi. Tidak ada lagi tempat aman bagi warga Palestina. Kini, Gaza telah menjadi kota mati, rata dengan tanah dan reruntuhan bangunan.

Di hadapan dunia, militer Zionis selalu memberikan alasan bahwa serangan yang mereka lakukan adalah untuk menghancurkan Hamas. Namun, target mereka sebenarnya adalah membumihanguskan seluruh wilayah Gaza agar mudah menguasainya dengan menyerang warga sipil dan anak-anak.

Masyarakat dunia pun merespons atas genosida ini. Semakin banyak aksi pro Palestina di berbagai belahan dunia. Para mahasiswa dan akademisi turun ke jalan, mulai dari AS, Eropa, hingga Asia untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina. Berbagai seruan ditujukan kepada para pemimpin dunia agar mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kekejaman militer Zionis.

Duka Palestina adalah duka umat Islam di seluruh dunia. Cobalah kita buka mata dan pikiran bahwa kebengisan Yahudi sudah melebihi perilaku manusia. Bagi seorang muslim, membela Palestina adalah kewajiban dan tuntunan akidah Islam. Seharusnya panggilan akidah ini dapat mendorong setiap muslim untuk menyuarakan dan membela Palestina.

Solusi Hakiki untuk Palestina

Ada sisi positif yang bisa membuka peluang kita dalam membentuk kesadaran Islam dari gelombang pembelaan untuk Palestina

Pertama, isu Palestina merupakan masalah global yang dapat menyatukan pemikiran dan perasaan umat Islam, kecuali bagi mereka yang iman dan rasa kemanusiaannya telah mati. Kunci kebangkitan umat adalah dengan bersatunya umat dalam persatuan akidah Islam. Palestina adalah barometer kondisi umat sekaligus katalisator kebangkitan dan kesadaran umat akan pentingnya seorang khalifah yang satu bagi umat Islam sedunia. Tidak seperti kondisi saat ini, umat Islam tersekat-sekat dalam Nation State. Sehingga mereka merasa bahwa penderitaan rakyat Palestina bukan urusannya. Negara lain tidak berhak ikut campur di dalamnya. Padahal umat Islam seharusnya bersatu dalam ikatan akidah. Umat Islam seharusnya bagaikan satu tubuh yang apabila ada bagian tubuh yang sakit, yang lainnya ikut merasakannya.

Kedua, 75 tahun penjajahan entitas Yahudi adalah bukti bahwa sekat negara bangsa atau nation state adalah penghalang terbesar bagi penguasa negeri-negeri muslim mengirimkan tentara militernya untuk memerangi Zionis Yahudi. Nasionalisme jugalah yang membuat negara Khilafah Utsmaniah mudah dirongrong dan dipecah belah menjadi 50 negeri muslim. Semua ini adalah perbuatan Mustafa Kemal yang merupakan agen Inggris. Mustafa yang telah menginisiasi berdirinya negara sekuler Turki hingga Khilafah dihancurkan pada 1924. Mustafa Kemal telah berhasil menghembuskan paham sukuisme, pan-islamisme dan pan-arabisme ke tengah-tengah umat Islam. Setelah Khilafah runtuh, umat Islam bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya.

Ketiga, tidak ada solusi hakiki bagi persoalan Palestina selain Khilafah. Hadirnya seorang Khalifah yang akan mampu mengusir dan memerangi Yahudi. Umat tidak perlu berharap pada PBB yang jelas-jelas tidak pernah berpihak pada umat muslim.

Solusi bagi Palestina juga bukan solusi dua negara (two-state-solution), sebab sama artinya dengan mengakui berdirinya negara Zionis di tanah kaum muslim. Dan ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Rasulullah, para sahabat, dan para syuhada yang telah membebaskan Al-Aqsha dengan nyawa dan darah mereka. Tanah Palestina adalah tanah umat muslim, dan sebagai umat muslim seharusnya tidak menyetujui solusi dua negara yang digagas Barat.

Seruan membela Palestina tidak boleh berhenti hanya pada aspek bantuan kemanusiaan. Jauh lebih penting dari itu semua, Khilafah adalah solusi tunggal bagi Palestina. Hanya Khilafah yang mampu menghapus sekat-sekat negara bangsa sehingga umat Islam dapat bersatu dan dengan mudah memerangi penjajah Yahudi dalam satu komando yaitu Khalifah. Tidak ada cara lain yang dapat ditempuh selain dengan jihad fi sabilillah.

Bagaimana Membangun Kesadaran Umat?

Upaya yang dapat dilakukan untuk membangun kesadaran umat, tidak lain adalah dengan dakwah. Cara yang dapat dilakukan di antaranya:

Pertama, membina individu maupun jemaah secara intensif yakni dengan mengkaji pemikiran Islam dan pentingnya Islam sebagai jalan hidup bagi seoramg muslim. Islam tidak sekedar agama ritual yang hanya mengurus ibadah mahdhoh saja, tetapi juga sistem hidup yang mengatur kehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara. Tidak ada agama yang memiliki aturan sedemikian sempurnanya. Ya tentu saja, karena Islam berasal dari Zat yang Maha Sempurna.

Kedua, meluaskan pemikiran dan opini Islam melalui tulisan, media sosial berinteraksi dengan masyarakat secara langsung dan berbagai konten dakwah yang dapat mengaktifkan kesadaran umat betapa pentingnya sistem Islam diterapkan dalam kehidupan kita. Upaya ini dilakukan semata-mata untuk membongkar makar dan propaganda penjajah dan musuh Islam sehingga umat memiliki kewaspadaan dan tidak mudah terpedaya oleh narasi yang mereka kampanyekan. Selama ini musuh-musuh Islam tidak berhenti menjauhkan umat dari agamanya. Cara ini mereka lakukan agar mereka dapat menguasai umat muslim di dunia.

Ketiga, berdakwah amar makruf nahi mungkar tanpa kekerasan. Saat ini, umat Islam hidup dalam sistem sekulerisme yaitu memisahkan agama dalam kehidupan sehari-hari. Upaya untuk membentuk kesadaran dan menanamkan akidah Islam dalam diri individu muslim adalah dengan mengajak berpikir bahwa Islam adalah ideologi yang memiliki pandangan khas tentang alam, manusia dan kehidupan juga mampu menyelesaikan segala problem kehidupan.

Dengan ketiga upaya tersebut, umat akan memiliki kesadaran dan pemikiran bahwa solusi bagi Palestina bukan sebatas bantuan kemanusiaan atau sosial. Akan tetapi, solusi hakiki Palestina adalah upaya pembebasan yang membutuhkan kesadaran pemikiran, perasaan, serta sistem dan negara yang akan melindunginya dari penjajah Yahudi dan musuh Islam. Bersatunya pemikiran dan perasaan umat akan melahirkan persatuan dan kesatuan umat dalam satu kepemimpinan Islam yakni Khilafah Islamiah. Wallahu a’lam bisshowab.

Dibaca

Loading

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terbaru

Konsultasi